Sabtu, 01 Agustus 2009

ITB-UGM Berhasil Mengumpulkan Nilai Rata-Rata Tertinggi Calon Mahasiswa di Indonesia Tahun Ini Hasil Seleksi Masuk PTN

JAKARTA - ITB dan UGM berhasil mengumpulkan nilai rata-rata tertinggi calon mahasiswa di Indonesia tahun ini. Berdasar hasil seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNM PTN), ITB meraih nilai rata-rata tertinggi untuk kelompok IPA, yakni 92,54. Kemudian, disusul UGM 88,88, UI 87,11, ITS 83,55, dan Unair 83,36. Untuk kelompok IPS, nilai rata-rata tertinggi calon mahasiswa diraih UGM (88,42). UI menyusul dengan nilai rata-rata 85,97, Unair 83,89, UNS 79,89, dan Unibraw 78,35.

Nilai rata-rata tertinggi calon mahasiswa tahun ini juga dibagi berdasar provinsi. Untuk kelompok IPA, yang memiliki nilai rata-rata paling tinggi adalah Provinsi DIY. Setelah itu, dibayangi Provinsi DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Sedangkan untuk IPS, peraih nilai rata-rata tertinggi adalah Provinsi DKI Jakarta. Kemudian, berturut-turut adalah DIY, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

SNM PTN tahun ini diikuti 57 PTN yang terbagi dalam empat wilayah. Wilayah I terdiri atas DKI Jakarta, Jabar, Banten, dan Kalbar. Wilayah II meliputi Jateng dan DIY. Wilayah III adalah Jatim, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Sedangkan wilayah IV meliputi Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

Menurut Ketua SNM PTN Haris Supratno, tahun ini calon mahasiswa yang diterima 92.511 dari daya tampung yang tersedia 100.235. Ini berarti, 7.724 peserta tidak lulus. Dengan demikian, 7,7 persen daya tampung PTN kosong.

Dikatakan, daya tampung yang terpenuhi ada 15 PTN, sedangkan yang tidak terpenuhi 42 PTN. Beberapa program studi yang tidak terpenuhi, antara lain, pertanian, peternakan, teknologi hasil pertanian dan peternakan, serta ilmu perairan. ''Mirip tahun-tahun sebelumnya, peminat jurusan pertanian dan peternakan masih sedikit,'' terang rektor Unesa itu kemarin di Hotel Acacia.

Haris menyebut, ada lima universitas yang daya tampungnya banyak yang kosong. Yaitu, Universitas Khairun Ternate, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Negeri Papua, Universitas Negeri Manado, dan Universitas Lambung Mangkurat. Puluhan program studi (prodi) kelima universitas itu tidak terisi penuh.

Dari tahun ke tahun, kata Haris, panitia berupaya agar jurusan yang tidak diminati dapat dilirik calon mahasiswa. Haris menilai, sejatinya, tahun ini sudah ada pergeseran untuk beberapa jurusan. Contohnya, olahraga dan seni. Jika tahun-tahun sebelumnya kedua jurusan tersebut kurang diminati layaknya pertanian dan peternakan, tahun ini sudah mulai dilirik.

Hal itu, menurut Haris, seiring dengan adanya UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Demikian pula, peminat jurusan pendidikan meningkat, terutama PGSD. Dari tahun ke tahun, jurusan kedokteran paling menarik minat calon mahasiswa. Sedangkan untuk kelompok IPS, jurusan yang paling favorit adalah ekonomi (akuntansi).

Haris menambahkan, secara resmi, pengumuman SNM PTN dilakukan melalui dua jalur. Yang pertama via online melalui website resmi SNM PTN, yaitu www.snmptn.ac.id, yang bisa diakses tengah malam nanti pukul 00.00. Selain itu, bisa diakses juga website UI, ITS, ITB, dan Undip.

Panitia juga mengumumkan melalui print-out yang ditempelkan di PT masing-masing. Selain itu, panitia lokal (panlok) diberi kewenangan bekerja sama dengan media nasional maupun lokal untuk mengumumkan hasil kelulusan SNM PTN, termasuk Jawa Pos yang akan mengumumkannya pada edisi Sabtu, 1 Agustus.

Secara terpisah, Koordinator Pengelolaan Data dan Proses Penilaian SNM PTN Prof Priyo Suprobo mengatakan, validasi data dan skoring nilai sudah selesai. Yaitu, menggunakan metode presentil. Suatu metode di mana nilai peserta pada setiap mata ujian dikonversi menjadi ranking peserta pada mata ujian tersebut dengan rentang nilai 0,0 hingga 99,99.

''Dengan sistem ini, siswa dituntut memiliki kemampuan rata-rata. Sebab, siswa harus menjawab secara merata semua bidang yang diujikan, tidak terfokus pada satu mata ujian yang disenangi saja,'' terang rektor ITS itu.

Priyo menjelaskan, ITS memiliki sistem ICT yang memproses nilai ujian secara valid. Dengan penggunaan sistem tersebut, diketahui bahwa jumlah kecurangan mencapai 3.713. Kendati cukup banyak, jumlah itu menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu. ''Tahun lalu, jumlah kecurangan sekitar 5.000. Kita mencoba terus memperbaiki sistem yang ada untuk mencegah kecurangan,'' ujarnya.

Inilah hasil Nilai Rata-rata Tertinggi 5 Besar PTN sbb:

Kelompok IPA

1. ITB, Bandung (92,54)
2. UGM, Yogyakarta (88,88)
3. UI, Depok (87,11)
4. ITS, Surabaya (83,55)
5. Unair, Surabaya (83,36)

Kelompok IPS

1. UGM, Yogyakarta (88,42)
2. UI, Depok (85,97)
3. Unair, Surabaya (83,89)
4. UNS, Solo (79,89)
5. Unibraw, Malang (78,35)

Sementara itu, nilai tertinggi calon mahasiswa yang diterima di PTN kelompok IPA adalah

1. UI, Depok (99,86)
2. ITB, Bandung (99,46)
3. ITS, Surabaya (99,06)
4. UNS, Solo (99,05)
5. UGM, Yogyakarta (98,91)

Untuk kelompok IPS adalah
1. UI, Depok (98,30)
2. UGM, Yogyakarta (97,86)
3. UNS, Solo (97,46)
4. Unpad, Bandung (97,35)
5. Unair, Surabaya (96,72)

Keketatan persaingan nilai di PTN untuk kelompok IPA terjadi di USU, UGM, dan Unimed. Sementara untuk kelompok IPS di UGM, USU, dan Unri.

Sumber: http://www.jawapos.co.id/
http://www.surya.co.id/2009/07/31/92511-calon-mahasiswa-lolos-snmptn-2009.html
http://politikana.com/baca/2009/07/31/itb-dan-ugm-tetap-nomor-1-di-snmptn-2009.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar